Minggu, 15 April 2012

BAB 3 PETA PEREKONOMIAN INDONESIA


NAMA           : FARADILLAH LAMIRA
NPM               : 28211317
KELAS          : 1EB09

BAB 3
PETA PEREKONOMIAN

1.      Keadaan Geografi Indonesia
a)      Indonesisa Terdiri dari Berbagai Pulau
Indonesia merupakan Negara kepulauan (luas +/- 195 s/d 200jt Ha). Hal tersebut bisa menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Akan tetapi hal tersebut sekaligus dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesisa.
Keuntungan    :
·         Kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang dapat diolah dengan prinsip “Dari, Oleh, dan Untuk Rakyat” sehinggan Rakya terpenuhi kebutuhannya.
·         Dengan keahlian menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia, akan banyak pemilihan produk yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perdagangan (pasar lokal dan pasar internasional).
·         Keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan Negara melalui industri pariwisata.
Kelemahan      :
·         Memungkinkan untuk sebagian masyarakat saja yang menikmati hasil dari pulau tersebut.
·         Sulitnya melakukan pengawasan dari  pihak luar yang secara illegal mengambil hasil kekayaan Indonesia.
·         Dibutuhkan perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia.
b)     Musim di Indonesia
Indonesia merupakan Negara tropical yang memiliki 2 iklim,yakni musim hujan dan dan musim panas. Hal tersebut menyebabkan Indonesia mengasilkan beberapa produk hasil bumi dan industri yang sangat spesifik sifatnya sehingga diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi dan tipe curah hujan di wilayah Indonesia adalah kondisi fisiografis wilayah Indonesia dan sekitarnya, seperti:
·         posisi lintang,
·         ketinggian,
·         pola angin (angin pasat dan monsun),
·         sebaran bentang darat dan perairan,
·         pegunungan atau gunung-gunung yang tinggi
Berdasarkan pola umum terjadinya, terdapat 3 (tiga) tipe curah hujan, yakni:
Tipe Ekuatorial
Tipe ekuatorial proses terjadinya berhubungan dengan pergerakan zona konvergensi ke utara dan selatan, dicirikan oleh dua kali maksimum curah hujan bulanan dalam setahun, wilayah sebarannya adalah Sumatra dan Kalimantan
Tipe Monsun
Tipe monsun dipengaruhi oleh angin laut dalam skala yang sangat luas, tipe hujan ini dicirikan oleh adanya perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan kemarau dalam setahun, dan hanya terjadi satu kali maksimum curah hujan bulanan dalam setahun, wilayah sebarannya adalah di pulau Jawa, Bali dan Nusa tenggara.
 Tipe Lokal
Tipe lokal dicirikan dengan besarnya pengaruh kondisi lingkungan fisis setempat, seperti bentang perairan atau lautan, pegunungan yang tinggi, serta pemanasan lokal yang intensif, pola ini hanya terjadi satu kali maksimum curah hujan bulanan dalam waktu satu tahun, dan terjadi beberapa bulan kering yang bertepatan dengan bertiupnya angin Muson Barat, sebarannya meliputi Papua, Maluku dan sebagian Sulawesis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah curah hujan :
·         arah datang angin,
·         pada sisi pegunungan atau gunung yang menghadap arah datang angin lembab (windward side) curah hujannya tinggi dan pada sisi sebelahnya (leeward side) curah hujannya sangat rendah atau rendah.

c)      Kekayaan Tambang di Indonesia
Negara Indonesia terkenal akan bahan tambangnya, salah satu contoh jenis tambang Indonesia yakni minyak bumi. Minyak bumi sempat menjadikan Negara Indonesia di masa Repelita II memperoleh dana pembangunan yang sangat besar sehingga pada saat itu target perekonomian indonesai berani ditetapkan sebesar 7,5%. Meskipun sekarng kenyataannya minyak bumi tidak lagi menjadi primadona Indonesia, masih banyak hasil tambang Indonesia yang bisa menjadi sumber devisa Negara contohnya seperti gas alam, batubara, timah, tembaga dll.

2.      Mata Pancahariaan Indonesia
Negara agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Indonesia merupakan negara agraris, artinya pertanian masih memegang peranan penting pada seluruh sistem perekonomian nasional, untuk itu pembangunan pertanian menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan. Menurut Hadisapoetra dalam Dewandini (2010), pembangunan pertanian dapat diartikan sebagai suatu proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiappetani dengan jalan menambah modal dan Skill untukmeningkatkan peran manusia di dalam perkembangantumbuh-tumbuhan dan hewan

Faktor pendorong Indonesia disebut Negara agraris:
·         Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 64% penduduk miskin di Indonesia berdomisili di desa dan mayoritas berprofesi sebagai petani.
jadi sudah sejak lama penduduk Indonesia agraris turun tenurun
·          tanahnya luas dan subur
·         daya serap terhadap hasil pertanian amat tinggi
·          teknologi pertanian berkembang pesat tapi blum setinggi negara tetangga
kita, Thailand, jadi masih bisa ditingkatkan lagi.

3.      Sumber Daya Manusia
Sebelum Orde baru pertumbuhan penduduk Indonesia masih cukup tinggi  ±2,8%, dan setelah pemerintah Orde Baru mulai Repelita I sampai dengan Repelita IV, pertumbuhan penduduk hanya berkisar antara 2,1% sampai 2,3% dan 1,9%. Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum, akibatnya terjadi ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya.

Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar, akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pendidikan formal maupun informal, dengan keterampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak. Langkah yang dapat ditempuh adalah :
  • Meninjau kembali sistem pendidikan Indonesia yang masih bersifat umum untuk dapat lebih disesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan.
  • Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung.
4.      Investasi
investasi adalah pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan.

Upaya-upaya guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan:
  • Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri.
  • Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
  • Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para investor asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
  • Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah. 
Referensi        :
Bab3-peta_perekonomian_indonesia.pdf
http://journal.unnes.ac.id/index.php/JG/article/view/84
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120227025747AAhVhme
http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=7de017e4576a80f9
http://www.scribd.com/doc/85322028/Perubahan-Mata-Pencaharian-Petani-Mendong
http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar